Jangan Salahkan Saya
Pagi-pagi buka Facebook, pas lihat di “Home” ada tulisan singkat, padat dan menarik dari Pak Tanadi Santoso yang barusan dirilis beberapa menit yang lalu, sebagai salah satu fans-nya saya juga ingin ‘mengabadikan’ tulisan tersebut di blog ini supaya bisa dinikmati, dipahami dan diterapkan semuanya, ok mari kita simak:
Hakim sedang menghadapi Ringgo, Rino dan Roni, tiga terdakwa kejahatan besar yang tertangkap basah. Ketiganya melakukan pembelaan diri.
Ringgo: “ Pak Hakim, memang saya benar melakukannya, tapi ini karena saran dan petunjuk teman saya Amir, saya tidak bersalah, Amir lah yang harusnya dipersalahkan.”
Rino berkata: “ Pak Hakim, benar saya juga melakukan, tapi kata terapist saya memang saya mengindap kelainan jiwa dan perlu melalukan ini, dan dia setuju hal ini memang tidak bisa saya hindari. Mohon jangan salahkan saya, kalau mau dihukum mestinya terapist saya yang dihukum.”
Roni: “ Pak Hakim, menurut ahli nujum saya, ketika Neptunus berada pada resi bintang Aries, memang hal ini akan saya lakukan dan sudah menjadi takdir saya untuk melakukannya. Jangan salahkan saya dong, ini kesalahan ahli nujum saya. Hukum dia saja.”
Hakim terdiam sejenak, masuk kedalam, dan keluar lagi dengan keputusannya: “ Memang ini kasus yang baru dan pelik, saya sampai harus meminta pendapat para senior saya. Saya putuskan menghukum kalian bertiga penjara seumur hidup. Saya sudah mengkonsultasikan ke senior saya, mohon bisa dimaklumi, jangan salahkan saya, salahkan mereka. “
Ketika kita masih kecil, berjalan dan jatuh kena meja, ibu kita berkata: “ Meja nakal, meja jahat, lihat si Upik sampai terjatuh dan berdarah.” Maka kita sudah sejak kecil diajarkan tentang kambing berwarna hitam dan pengalihan tanggung jawab atas semua kesalahan dan kelakuan kita.
Kesadaran dan penolakan atas kambing hitam, akan memberikan kekuatan kepada kita untuk mau maju dan bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Dan menguatkan kita untuk lebih mau berupaya dalam menuju perbaikan kehidupan kita. Salam merdeka.
ditulis oleh Bpk. Tanadi Santoso dalam notes FB-nya
*) di “copy n twist” dari idea “Existentialism and Humanism” nya Jean-Paul Satre.
Popularity: 1% [?]










