Takziah ke Muncar – Banyuwangi
Akhir pekan kemaren saya mendadak harus pergi ke Muncar bersama beberapa rekan karena pagi-pagi dapet sms duka dari partner kerja (pak FNR) yang memberitahukan meninggalnya ayah mertua beliau.
Bertujuh kami berangkat dari rumah saya, naik panther kantor. Ada GM, karyawan-karyawan, driver dan seorang rekan kerja. Start jam 07.15 dan sampai di tempat tujuan, Ds. Sumberbaru, Muncar jam 14.00. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh 5 jam, jadi molor hampir 7 jam karena ada salah seorang karyawan yang ternyata ngga’ biasa bepergian dan katrok sehingga beberapa kali minta berhenti untuk ‘nge-cor’ alias muntah! ![]()
Sewaktu tiba di rumah partner kerja, suasana duka masih terasa di sana, karena pemakaman ayahanda sudah dilakukan jam 09.30. Beberapa tamu juga masih berdatangan untuk menyampaikan turut duka citanya. Setelah kami selesai berempati dengan tuan rumah, kami menyempatkan diri untuk pergi ke pasar ikan di Muncar dengan ditemani partner saya tersebut (jadi takziah plus plus nih!)
Di Muncar terdapat tempat pelelangan ikan terbesar kedua di Indonesia setelah Bagan Siapi-api, demikian kata pak FNR. Banyak jenis ikan laut yang diperjual belikan di sana, mulai dari ikan kecil-kecil yaitu ikan lemuru (yang biasa dibuat sardine), ikan kerapu, ikan tuna sampai ikan hiu ada di sana. Kebetulan pas kami tiba di pasar ada 3 ekor ikan hiu yang lagi ditimbang. Beratnya rata-rata sekitar 170 kg per ekornya. Harga per ekor sekitar Rp. 3 juta. Sebenernya yang paling mahal itu sirip dan ekor hiu, jadi waktu ditimbang, sirip dan ekornya sudah dipotong. Konon bisa digunakan untuk obat kuat. Hehehehe.. jadi pengen nyoba makan sup sirip ikan hiu nih! ![]()
Waktu kami di sekitar pinggir laut, banyak perahu nelayan yang sedang berlabuh karena cuaca saat itu sedang tidak ramah, angin kencang, sesekali hujan dan gelombang air laut cukup membuat perahu berguncang-guncang. Setelah kami puas melihat kondisi pantai dan pasar ikan, kami sempatkan menyusuri daerah sekitar yang banyak terdapat pabrik pengolahan ikan atau cold storage. Jadi tidaklah heran kalau di Muncar, penduduknya kebanyakan kaya raya dari hasil lautnya terutama ikan.
Sebenarnya GM kami ingin membeli ikan segar yang sudah dibekukan, harganya sekitar Rp.75.000,- per 10 kg-nya untuk oleh-oleh, tapi karena cuaca yang kurang ramah akhirnya tidak jadi. Selesai sholat maghrib kami berpamitan ke tuan rumah untuk kembali ke Malang. Sampai di rumah jam 00.20 langsung mandi, soalnya badan masih bau ikan.
Popularity: 3% [?]













February 3rd, 2009 at 10:42 pm
Dilan lagi ya pak main main maning Tapi kali ini layat
Ronggoposting terakhir.. Free Download Premium Theme Revolution Music
February 4th, 2009 at 11:18 am
Wah, berarti nggak jadi bawa oleh-oleh dong
Edi Pswposting terakhir.. Gerakan Sekali Bilas Molto Ultra
February 5th, 2009 at 6:09 am
“ngecor”nya pasti di daerah Watu Gudang ya pak? atau kelokan songo? emang kalo gak tangguh2 amat bisa keok tuh disono pak, apalagi kalo emang dah hoby “ngecor” heheheh
Feri_DSposting terakhir.. Hiduplah di Saat Ini
February 5th, 2009 at 9:58 am
@Ronggo: iya, ceritanya layat plus..
@Edi Psw: hu uh, garing mas edi, dapetnya ya video clip itu
@Feri_DS: hehehe.. situkan dah kuat dan produktif pak.. masa’ mau di’kuatin’ lagi??
Kalo ‘ngecor’-nya seh sampai 5 kali, seringnya mampir ke pom bensin buat ‘ngecor’ hehehe.. padahal kalo liat profil si tukang ngecornya sampeyan pasti ndak ngira, lha wong orangnya tampak gagah perkasa, tiba’e suka ngecor huehehehe..
February 5th, 2009 at 4:20 pm
layat plus2 nmax…
asyik bgt pasti yah… klo sripx ndiri djual brapa? Sapa tw sya mw beli ntar… 
Ardy Pratamaposting terakhir.. Arah pergerakan bisnis online di Indonesia
February 6th, 2009 at 5:06 pm
Ati ati mas
February 6th, 2009 at 8:57 pm
sirip ikannya, siapa yg potong tuh om? sekedartanyaditcom.
pakdeposting terakhir.. Everlasting LOVE
March 8th, 2009 at 9:57 am
sayang ndak mampir kerumah. Saya tinggal dan ndekem di sumberberas muncar juga lo…
April 26th, 2009 at 2:50 pm
mencari artikel tentang muncar ..malah nyasar kesini
terimakasih yaa..salam kenal
June 22nd, 2009 at 1:16 am
kapan yach perekonomian muncar bisa bener2 stabil n karyawanxa bener2 bisa menikmati hasil jerih payahxa.
June 29th, 2009 at 7:02 am
[...] sedang menghadapi Ringgo, Rino dan Roni, tiga terdakwa kejahatan besar yang tertangkap basah. Ketiganya melakukan pembelaan [...]
November 23rd, 2009 at 6:34 pm
kapan-kapan kalo ke muncar mamper….. kale aja haus mas he…he…