Naik Haji Berkat Sedekah Buntut Singkong
Kemarin dapat kiriman majalah dari salah satu lembaga ZIS (Zakat Infaq Shadaqah) di Malang, pas baca-baca ada salah satu cerita pendeknya yang membuat mata ini menjadi sedikit berkaca-kaca, terharu. Judulnya seperti yang saya tulis di atas. Pas banget dengan moment kali ini, dimana kemarin juga diberangkatkan kloter pertama jama’ah haji dari Indonesia.
Inti dari cerita berhikmah itu begini, ada seorang penjual gorengan bernama Sutikno yang punya kebiasaan menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Sebelum pulang ke rumah, dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering bermain di dekat tempatnya mangkal.
Tanpa terasa sudah dua puluh empat tahun Sutikno menjalani bisnis jual gorengannya tanpa ada perubahan yang berarti, masih mangkal di tempat yang sama dengan omset penjualan yang tidak berubah pula. Suatu hari datang seorang pria dengan penampilan elegan dan membawa mobil mewah berhenti di depan gerobaknya sambil bertanya,”Ada gorengan buntut singkong Bang?” “Kagak ada mas! Yang ada pisang sama singkong goreng”, balas Sutikno. “Saya kangen ama buntut singkongnya. Dulu waktu kecil dan ketika ayah saya baru meninggal tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman mengejek saya karena tidak bisa beli jajan. Saya waktu itu lalu lalang di depan gerobak abang, lalu abang memanggil saya dan memberi sepotong buntut singkong goreng,” ujar pria itu.
Sutikno terperangah, dia tidak mengira sepotong buntut singkong yang biasanya dibuang, bisa membuat pria itu mendatanginya dengan keadaan yang benar-benar berbeda. “Yang saya berikan dulu itukan cuma buntu singkong. Kenapa kamu masih ingat sama saya?” tanya penjual gorengan itu penasaran. “Abang tidak sekedar memberi saya buntut singkong, tapi juga kebahagiaan,” papar pria itu. Sesuatu yang dianggap remeh, tapi baginya hal itu membuat sangat bahagia sehingga ia berjanji suatu saat akan membalas budi baik penjual gorengan itu.
“Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Abang. Tapi, saya ingin memberangkatkan Abang berhaji. Semoga Abang bahagia,” ujar si pria. Penjual gorengan itu hampir-hampir tak percaya, inikah balasan dari bersedekah gorengan buntut singkong…
Semoga kisah ini bisa mengingatkan dan membangkitkan semangat kita, terutama saya, agar untuk selalu memberikan kebahagiaan pada semua orang, pada semua makhluk Allah.. dengan tulus dan ikhlas.. ![]()










November 6th, 2008 at 12:47 pm
very touching mas….semoga kita bisa saling berbagi dengan ikhlas….
audyposting terakhir.. TENDJEWBERRYMUD
November 6th, 2008 at 7:25 pm
terenyuh…adegan yang mungkin akan menjadi sangat haru dengan soundtrack ‘Cahaya Hati’-nya Opick..
dwibasukiwssposting terakhir.. 3R
November 6th, 2008 at 9:13 pm
Jadi…. ceritanya kapan nih mas inos mau berbagi “sumbangan” buat saya?
November 7th, 2008 at 1:10 pm
Sungguh Alloh itu maha adil, ya? Rejeki datang diluar alam dan pemikiran kali-bagi-tambah-kurang manusia, tiada dalam rumus matematika manusia dimana gorengan buntut singkong berbalas kesemapatan naikhaji.
Semoga Alloh membalas budi mereka yang berniat baik & ikhlas. Seneng sekali bisa mampir kesini. Salam hangat dari afrika barat!
Domba Garut!posting terakhir.. Kampanye keselamatan berkendaraan bagi pasukan UNIFIL berakhir [5]
November 7th, 2008 at 1:18 pm
mengharukan sekali.
chodirinposting terakhir.. 7 Langkah Optimasi Wordpress
November 7th, 2008 at 3:19 pm
sangar tenan
November 7th, 2008 at 6:54 pm
sambil baca…*terharu
indoposting terakhir.. pulang mudik…
November 8th, 2008 at 12:32 pm
wahhh… cerita yg cukup menyentuh
gembullposting terakhir.. Play with Noah (inside)
November 8th, 2008 at 5:15 pm
Semangat untuk berbagi
sahabatku, kini aku di http://cucuharis.wordpress.com
November 9th, 2008 at 1:55 pm
hmmmm…. menarik mas.
weh, sudah tahu belom ada sedekah cara cerdas?
kyai slametposting terakhir.. KIVA, sedekah cara cerdas…
November 9th, 2008 at 3:00 pm
waduh ustad….antum berkaca-kaca,…..ana tersedu- sedu…..Alhamdulillah ya Rabb
November 10th, 2008 at 8:04 pm
Subhanallah, Lama tak pberkunjung nih, apa kabar pak le….? Sehat kan? Jangan berkaca terus matanya….Jaga kesehatan dari sekarang. Jika Allah mengijinkan Pak le pasti punya jalan untuk naik haji koq pak le….
November 11th, 2008 at 6:29 pm
@ Audy : saling do’a dan menguatkan ya dy..
@ dwi : semoga mas Opick mau berbagi soundtracknya di sini.
@ Yari NK :
setelah dikasih alamat lengkap untuk pengiriman ’sumbangan’nya mas 
@ Domba Garut: Salam sejuk dari Malang mas Luigi, terima kasih kunjungannya udah jauh-jauh dari Afrika datang kemari
@ chodirin : iya mas, terharu banget! saya punya dream, suatu saat saya ingin jadi seperti pria tersebut yang bisa berbagi dengan ikhlas dengan penjual gorengan.
@ Jauhari : hehehe.. kok malah ’sangar’ mas?
@ indo : sambil menitikkan air mata mas?
@ gembuLL : demikianlah mbuLL
@ achoey : terima kasih mas achoey atas kunjungannya dan infonya
@ kyai slamet : belom mas, segera ke TKP!
@ purwono : Subhanallah..
@ pakde : Alhamdulillah baik pakde, terima kasih doa’nya ya..