MM jadi MBA
Kemarin terima email dari milis MM UGM yang saya ikuti, saya agak ‘melongo’ dan termenung-menung sambil bergumam, “hmm.. ada apa ya dengan MM UGM..”. Bayangin aja, setelah sekian belas tahun dan melolosluluskan pasca sarjananya dengan menyandang gelar MM (Magister Manajemen), tahun ini mulai berlaku gelar baru bagi wisudawan/wati-nya jadi MBA (Master of Business Administration) dan tidak berlaku surut. Alias lulusan lama tetep pake gelar MM. Begini isi emailnya lebih jelas :
GELAR DAN SEBUTAN LULUSAN
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADADiumumkan bahwa berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor
292/P/SK/HT/ 2008 tertanggal 2 Juni 2008 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan
Program Pascasarjana (S2) Universitas Gadjah Mada, maka gelar akademik dan
sebutan lulusan Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) adalah Master of Business
Administration dan disingkat M.B.A.Keputusan ini mulai berlaku pada wisuda periode Juli 2008 dan tidak
berlaku surut.Demikian untuk menjadi perhatian. Terima kasih.
14 Juli 2008
Dr. Hargo Utomo, M.B.A., M.Com.
Director
Sebenernya email pemberitahuan itu tidak mengganggu saya sama sekali, cuman saya ingin mengeluarkan uneg-uneg sedikit, “kenapa baru sekarang gelar itu diganti?” Saya rasa alasan yang paling tepat kebijakan tersebut diberlakukan adalah untuk meningkatkan daya saing (competitive advantage) di era gombalisasi globalisasi ini. Karena kita hidup di Indonesia dan biasa ‘dimaklumi’ maka tentunya kalau suatu kebijakan dikeluarkan atau diterapkan meskipun out of date, ya fine fine aja.. *lebih baik terlambat daripada tidak*
Bagi saya, MM itu cenderung Makin Mumet, juga MBA cuman kependekan dari Makin Botak Aje. Hehehe.. suer, apalah arti sebuah gelar tanpa ada semangat untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Akhir kata, mohon ma’af kalau ada yang merasa tersungging tersinggung dengan tulisan saya, lha wong ini cuma sekedar meluapkan rasa saya, harapannya saya MM UGM kedepannya jadi semakin baik seperti mottonya: Quality is Our Tradition.
Popularity: 9% [?]













July 16th, 2008 at 11:49 am
lho dari dulu ituh lucu juga lho pak… MMA bisa milih MM atau MSi….
heran deh… padahal dah ada aturan tentang gelar dan sebutan lho… lupa link-nya…
July 16th, 2008 at 1:23 pm
Tapi… mas inos kan MBA-nya bukan “Married But Available” kan?
Yari NKposting terakhir.. Ketika Bahasa Indonesia Mengkhawatirkan Invasi Bahasa Asing…
July 16th, 2008 at 1:55 pm
sindiran buat mereka yang dapat gelar lewat jalan belakang.. MM mesam mesem aja dapat gelar.. hihi
Anangposting terakhir.. Nama
July 16th, 2008 at 8:22 pm
jaman sekarang masih butuh kertas tanda ‘kepintaran’ kita yang di stempel asli.
windraposting terakhir.. Libur kecil kaum kusam
July 17th, 2008 at 7:55 am
wah iya yah…
jadi inget duLu temen dapet geLar S2 Liwat “jalan bLakang” juga…
gembuLLposting terakhir.. Telkomsel – Banjir – EmasPerak
July 17th, 2008 at 9:12 am
ya mudah-mudahan perbuahan eh perubahan ini bikin institusi bersangkutan jadi lebih baik
edyposting terakhir.. Upgrade WordPress 2.6
July 17th, 2008 at 10:17 am
jadi berfikir untuk…..
Dwi Basuki WS Sudarmadiposting terakhir.. Being Host to boost Achievement – PON Medals
July 17th, 2008 at 11:21 am
MBA=Management By Angry
= Married By Accident
Ya itulah Indonesia, yang hanya melihat dari gelar, bukan kualitas kerjanya. Dulu, orang yang dikirim keluar negeri untuk mendapat gelar MBA, antara lain adalah orang yang kerja di lembaga keuangan seperti perbankan, maksudnya selain menambah wawasan, juga agar ilmu manajemennya lebih canggih. Dan setelah pulang tetap harus menunjukkan kinerjanya, bahkan gelar tsb hanya untuk dicatat dalam HRD…coba lihat pada beberapa lembaga kan hanya namanya saja yang tercatat pada name tag, berikut tanda dia jabatannya setingkat apa.
Anehnya karena persaingan bisnis, banyak juga yang baru fresh graduate langsung ambil MM atau MBA ini. Ini akan terlihat saat di diskusi kelompok, yang baru lulus sharingnya kecil, karena sebetulnya kuliah ini memang lebih banyak membahas studi kasus dan mengambil contoh nyata.
Yang kasihan adalah orang yang kurang memahami, dan menganggap gelar akan membuat mudah cari kerja, jabatan meningkat, paham yang benar-benar salah….kemampuan yang akan membuktikan. Di kantor saya, gelar hanya digunakan sebagai syarat awal masuk kerja, untuk ikut test selanjutnya, selanjutnya tergantung kinerjanya, dapat mencapai target apa tidak, dan apa sumbangan nyatanya pada perusahaan.
edratnaposting terakhir.. Ulat gagak, nyamuk dan cuaca panas.
July 17th, 2008 at 2:04 pm
khan UUD toh? Ujung Ujungnya Duwit
July 17th, 2008 at 11:50 pm
Seingat saya dulu Dikti melarang penggunaan gelar MBA di Indonesia gara-gara banya universitas bodong yang menggelar praktek jual-beli gelar. Sejak itu, perguruan tinggi dalam negeri tidak boleh memberi gelar MBA, melainkan MM.
Kalau tidak salah, UI, Prasetya Mulya, IPMI, dsb masih memberi gelar MM. Kalaupun ada gelar MBA, mungkin karena joint-degree dengan universitas asing.
July 18th, 2008 at 7:08 am
klo masalah ini

saya hanya baca
gak isa komen
kuliah aja
lom lulus
Ronggoposting terakhir.. Gratis Premium WordPress Theme
July 18th, 2008 at 8:52 am
hehe… aya2 wae
btw, alumni UGM tho mas?
July 18th, 2008 at 11:18 am
@ mas Slamet : heran ya mas? hehehe sama tuh.
@ mas Yari : hihihihi kira2 gimana ya??
@ Anang : hhehe iya tuh Nang.
@ Windra : masih kok Win.
@ gembuLL : emang belakang yang mana mbuLL?
@ Edy : amin… amin…
@ Dwi : hmmm..
@ Bu Edratna : terima kasih atas sharingnya Bu, semoga makin banyak manusia2 berkualitas di bumi pertiwi ini.
@ Jauhari : hihihi..
@ Nofie Iman : bener mas Nofie, sekarang keputusan MM UGM itu lagi dipertanyakan sama rekan2 alumni lainnya.
Btw, terima kasih udah berkunjung ke bloG saya yang kurang bermutu ini mas.
@ Ronggo : no komen juga
@ ARS : hehehe iya mas Rhama.
inosposting terakhir.. MM jadi MBA
July 18th, 2008 at 7:56 pm
angkatan berapa om?
harus mampir kesini nih nanti biar bisa nyedot ilmu sesepuh
July 19th, 2008 at 7:33 pm
@ ARS : saya angkatan IX Reguler, udah bangkotan ya..
inosposting terakhir.. Reuni Akbar RINDU SMADA sebulan lagi
July 22nd, 2008 at 10:46 am
saya juga alumni UGM, ko ga ketemu waktu ke malang
May 27th, 2009 at 5:13 pm
MM UGM Memang sudah terkenal “rusuh” kok…kelihatannya aja megah, tetapi sesungguhnya keropos…Buktinya sudah banyak bertebaran di masyarakat kok…Untung dulu aku gak jadi masuk MM UGM (bukan karena gagal tes, melainkan tidak berminat gabung aja), dan alhamdulillah sekarang dengan S-2 ku aku lebih bisa mengaplikasikan diri dan mengembangkan ilmu yang kudapatkan dulu..
November 7th, 2009 at 7:24 pm
..aduh gak nyangka loh dgn komentar2nya itu, pada lulusan perguruan tinggi, udah Master, tapi bicaranya kok fitnah, sinis, sempit dan sombong. Emang segitukah..? prihatin aku..